Berita Kampus

Bosan Cuma Nonton Teori? Mahasiswa Semester 5 Intip Langsung Dapur Produksi PT Tambi Tea & Rumah Mesin!

19 Aug 2026
Bosan Cuma Nonton Teori? Mahasiswa Semester 5 Intip Langsung Dapur Produksi PT Tambi Tea & Rumah Mesin!

YOGYAKARTA & WONOSOBO — Perkuliahan di dalam ruang kelas sering kali dirasa tak cukup untuk menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang cepat. Menjawab tantangan tersebut, sebanyak puluhan mahasiswa semester 5 sukses menggelar program Peningkatan Kompetensi Berbasis Industri Tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, para mahasiswa turun langsung ke lapangan dengan mengunjungi dua pusat industri skala nasional: PT. Tambi Tea Resort di Dieng, Wonosobo, serta Rumah Mesin di Yogyakarta.

Kunjungan ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda studi lapangan biasa, melainkan langkah strategis untuk membongkar batas antara teori akademis di papan tulis dengan realitas teknologi manufaktur modern.

Menembus Dinginnya Dieng: Membedah Otomatisasi Pengolahan Teh di PT. Tambi

Destinasi pertama membawa rombongan mahasiswa menuju kawasan dataran tinggi Dieng untuk mengamati secara langsung rantai pasok dan otomatisasi pengolahan teh skala besar di PT. Tambi Tea Resort. Di pabrik legendaris ini, mahasiswa diajak melihat dari dekat seluruh proses produksi—mulai dari pemetikan pucuk daun teh pilihan, proses pelayuan berstandar suhu tinggi, penggilingan, fermentasi, hingga tahap pengeringan dan pengemasan akhir.

Para praktisi PT. Tambi memaparkan bagaimana menjaga konsistensi mutu produk dan cita rasa khas teh yang telah menembus pasar internasional. Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berdiskusi interaktif mengenai manajemen kendali mutu (quality control), efisiensi energi pabrik, serta penerapan standar keselamatan kerja (K3) industri agrobisnis.

Mengintip Dapur Manufaktur: Inovasi Mesin Tepat Guna di Rumah Mesin Yogyakarta

Usai mengeksplorasi industri olahan pangan di Wonosobo, perjalanan berlanjut ke Rumah Mesin Yogyakarta, salah satu produsen mesin tepat guna terkemuka di Indonesia. Di tempat ini, fokus mahasiswa dialihkan pada dunia rekayasa mesin, perancangan alat, dan integrasi teknologi manufaktur untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga skala industri menengah.

Mahasiswa menyaksikan langsung proses fabrikasi alat-alat pertanian, pengolahan makanan, serta pemotongan material presisi. Tim teknis Rumah Mesin membagikan wawasan berharga mengenai alur riset dan pengembangan (R&D), perancangan prototipe, hingga tahap komersialisasi produk rekayasa lokal agar mampu bersaing dengan mesin impor.

Menjembatani Teori Kampus dengan Kebutuhan Rill Industri

Ketua pelaksana program menyampaikan bahwa kegiatan Peningkatan Kompetensi Berbasis Industri ini merupakan bagian integral dari kurikulum kampus yang berorientasi pada kesiapan kerja lulusan (work-ready graduates). Pemilihan PT. Tambi dan Rumah Mesin didasarkan pada keberhasilan kedua perusahaan tersebut dalam mengintegrasikan keahlian teknis dengan manajemen operasional yang solid.

Para mahasiswa pun menyambut antusias pengalaman berharga ini. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan gambaran riil mengenai peluang karier, tantangan otomatisasi industri, hingga potensi kewirausahaan berbasis teknologi tepat guna di masa depan.

Dengan suksesnya penyelenggaraan program ini, pihak kampus berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai sektor industri. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif, terampil, dan siap menjadi tulang punggung kemajuan industri nasional.